Minggu, 24 Juli 2011

Oke rosgana: Inovator dalam memperkenalkan Bumerang Mini

Subang,  Setelah sukses dengan menularkan hoby bermain yoyo, Oke Rosgana (36 tahun) sekarang tengah menghidupkan hoby bumerang. Bagi Oke, melempar bumerang telah menjadi hoby yang sulit ditinggalkan setelah sebelumnya sempat menggeluti miniatur helikopter mainan. Supaya hoby bumerang ini menular lebih luas, dan berinovasi membuat bumerang yang bisa dimainkan di tempat yang tidak luas bahkan indoor sekalipun.  Lahirlah type skyplast (4 blade/sayap) dengan radius lintasan 1 -2 meter dan type triplast (3 blade) dengan radius lintasan lebih jauh, 2– 3 meter. Bahan yang dipergunakan bahan plastik sheet. Sehingga jika dimainkan oleh anak-anak sekalipun di dalam rumah tidak membahayakan barang-barang yang ada di dalamnya. Dijelaskan oleh Oke bahwa teknik pembuatan bumerang memiliki rumus dalam menentukan panjang dan bentuk sayap serta ketebalan bahan. Bagi yang memiliki hoby bumerang, Oke menyarankan bisa bergabung dengan Indonesian Sport Bumerang Association(Inasba). Menurut Oke, direncanakan usai Idul Fitrii atau sekitar bulan September atau Oktober akan melaksanakan eksibisi tingkat nasional di Subang. Dengan mempertandngkan melempar bumerang antar anggota.(Humas Subang )

Selasa, 19 Juli 2011

Pelantikan Kepala Desa Ciasemhilir

Subang, - Wakil Bupati Subang, Ojang Sohandi mengakui belum memberikan penghargaan yang layak kepada panitia pemilihan kepala desa yang telah menyelenggarakan pemilihan dengan jumjur dan adil. Hanya Allah SWT yang bisa membalasnya dengan surga-Nya bagi yang iklas. Demikian disampaikannya pada pelantikan Kepala Desa Ciasemhilir Cisem Subang di Kantor Kepala Desa, Selasa (19/7). Selanjutnya diharapkan supaya kepemimpinan selanjutnya bisa mengukir prestasi dimasa depan. Kepala desa yang dilantik ialah Supriatna untuk masa bhakti tahun 2011 -2017 menggantikan Herman Velani. Dasar pelantikan ialah Keputusan Bupati Subang No. 141.1/KEP.396-PEM/2011 Selanjutnya Wakil Bupati menyampaikan bahwa,Pemimpin harus mampu diterima oleh semua golongan dan bersahaja dalam melayani masyarakat. Mampu berpegang teguh kepada aturan yang berlaku. Pada kesempatan tersebut disampaikan mohon maaf kepada masyarakat belum memberikan pelayanan yang maksimal. Khususnya sarana infrastruktur jalan banyak yang kurang baik. "Secara khusus, saya mohon maaf kepada masyarakat," katanya. Namun hal ini adanya keterbatasan kemampuan khususnya dalam hal anggaran. Untuk itu diperlukan menghidupkan semangat gotong royong dalam membangun. Bila ada aspirasi bisa disampaikan dengan cara yang baik melalui saluran yang baik. "Tidak perlu dengan unjuk rasa. Datang saja dengan baik-baik. Kami juga akan menerimanya dengan baik," tambahnya lagi. ( Humas Subang )

Kecerdasan Emosional Diperlukan oleh PNS

Subang, 14 ribu pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Subang selayaknya menjadi kekuatan besar sebagai daya ungkit dalam meningkatkan kinerja Pemeritah Kabupaten Subang. Hasilnya survai menunjukkan selama ini, tingkat kepuasan konsumen  masih menunjukkan nilai sedang atau C. Diantara itu semua aspek-aspek kepuasan lainnya masih berada di bawah standar. "Untuk itu diperlukan meningkatkan kharisma birokrasi," Demikian yang dikatakan Wakil Bupati Subang dalam amanatnya pada Apel Kesadaran Nasional di halaman kantor Bupati Subang, Senin (17/7). Adapun salah satu caranya ialah dengan menerapkan kecerdasan emosional di kalangan PNS. Sehingga mereka dalam melayaninya menjadi sebagai pelayan yang baik kepada masyarakat. Selain itu diperlukan harmonisasi antar PNS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Diperlukan pula staf yang yang handal mengerjakan pekerjaannya. Maka melalui penerapan kecerdasan emosional ditunutun bekerja pada situasi yang berbeda-beda. Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati melepas secara simbolis Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Subang (UNSUB) Tahun Akademi 2010 – 2011. Pada KKNM kali ini diikuti oleh 400 orang mahasiswa di 6 kecamatan yang terdiri Cisalak, Jalancagak, Sagalaherang, Cijambe, Kasomalang dan Ciater dengan penyebaran di 34 desa. ( Humas Subang )

Penerimaan Peserta Diklatpim BKKBN Pusat

Subang, Dalam pengelolaan Keluarga Berencana diakui oleh Wakil Bupati Subang, Ojang Sohandi, bahwa Kabupaten Subang bukanlah yang terbaik. Juga bukan yang terburuk. Untuk mengukurnya harus berdasarkan penelitian ilmiah. Demikian disampaikan Wakil Bupati Subang, Ojang Sohandi, pada saat menerima Peserta Observasi Lapangan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV BKKBN Angkatan I Tahun 2011 di ruang Rapat Bupati Kantor Setda Kab. Subang, Selasa (19/7).  Kegiatan ini diselenggarakan oleh BKKBN Pusat dengan tujuan Namun pihaknya memperoleh data LSI bahwa kepuasan pada BPM KB setinggi 75%. Dengan adanya kegiatan dan kajian seperti sekarang bisa menjadi masukan pada pengambilan keputusan. Sementara itu Koordinator Pelatihan, Kartono Donousodo, SH, M.Pd menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 37 orang peserta dengan 8 orang pendamping dari BKKBN Pusat. Maksud kedatangan rombongan ini ialah untuk Diklat penjejangan telah mendapat sertifikasi dari instansi berwenang.  ( Humas Subang )

Minggu, 10 Juli 2011

PEMBUKAAN MOPD TINGKAT KABUPATEN SUBANG

SUBANG, Para siswa supaya memanfaatkan kegiatan dengan kegiatan yang bermanfaat pada masa orientasi supaya menjadi yang terbaik. Karena kesempatan yang baik jarang terjadi dua kali. Dikatakan Wakil Bupati Subang, Ojang Sohandi pada Pembukaan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) tingkat Kabupaten Subang tahun ajaran 2011 – 2012 di Lapangan Upacara SMAN 2 Subang, Senin (11/7). Adanya simbol-simbol suku yang diberikan pada masa orientasi merupakan upaya untuk memperkenalkan dunia sekolah dengan suasana nasional. Sehingga masa orientasi sekolah yang semula identik dengan upaya cuci otak menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia dan diharapkan tumbuh rasa cinta kepada tanah air disamping rasa cinta pada almamater baik yang lama maupun yang baru.Kepada pihak sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan seyogyanya menerapkan 3 aspek pendidikan yaitu pengajaran, pelatihan dan pengasuhan. Pelatihan diberikan kepada siswa supaya ketika usai menjalani pendidikan atau lulus memiliki bekal keahlian yang bisa dipergunakan supaya mengurangi pengangguran. Walaupun aspek pengasuhan lebih pada sekolah yang diasramakan, namun tidak ada salahnya kemudian aspek pegasuhan diterapkan. Menurut laporan Panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang Dikmenjur, pada MOPD tahun ini diikuti oleh 17.654 siswa dari SMPN/MTs dan 11.648 siswa dari SMA/SMK/MA di seluruh Kabupaten Subang. Dengan materi yang diberikan berupa Wawasan Wiyatamandala, perkenalan program sekolah, visi & misi sekolah, perkenalan guru berikut program pendidikanya, perkenalan AD/ART OSIS sesuai dengan Permendiknas No. 39/2008 tentang pembinaan kesiswaan, Pengurus OSIS & prestasi dan perkenalan siswa yang berbakat dan berprestasi. Kegiatan MOPD akan berlangsung dari tanggal 11 - 13 Juli 2011 kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pramuka dan Ke-PMR-an pada 14 - 16 Juli 2011 disekolah masing-masing. ( Humas Subang )

JELANG MASUK SEKOLAH PENJUALAN BUKU MENINGKAT 75%

Pamanukan   Beberapa toko buku dan pakaian seragam sekolah pada Sabtu siang (09/07/2011) ini terlihat cukup ramai dikunjungi oleh pembeli. Sehubungan ada sekolah yang akan memulai kegiatan pada Senin  (11/07/2011).  Seperti nampak pada salah satu toko buku di Pamanukan Subang, sangat ramai oleh pembeli. Beberapa diantaranya ada yang  membeli dalam julam besar. Diakui oleh pengelolanya, Ibu Lia, pada 2 - 3 hari terakhir, penjualan meningkat cukup tajam dari hari biasanya berupa buku, pulpen,pensil dan penghapus. "Sekitar 75%-an lah peningkatannya. Yang banyak dicari oleh membeli itu buku, pulpen, pensil penghapus," kata Lia . Selain itu Para pembeli selain membeli ATK, juga membeli tas dan seragam sekolah. Toko pakaian yang menyediakan seragam sekolah pun tidak luput dari serbuan pembeli. Namun umumnya para pembeli seragam adalah siswa baru yang masuk sekolah. Diperkirakan peningkatan akan tetap terjadi hingga Sabtu depan.
Sedangakan Para penjahit pun meraup untung, diantaranya Darwin, penjahit di Krajan Anggasari Sukasari Subang, yang seminggu belakangan mendapat pesanan jahit seragam sekolah dari SD, SMP dan SMA. Pesanan umumnya dari para siswa baru yang akan mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS). " Yang biasanya 5 - 7 potong sekarang mendapat pesanan sampai 25 potong. "Kebanyakan yang pesan ke sini siswa baru yang akan mengikut MOS Senin besok," katanya. Untuk memenuhi permintaan pelanggan Darwin ampai harus menambah karyawan yang biasanya cukup oleh 3 orang sampai nambah 3 orang lagi menjadi 6 orang.

Jumat, 08 Juli 2011

14 TAHUN LUMPUH TETAP OPTIMIS



SUBANG, – Di balik sorot mata polosnya terdengar intonasi optimis dari mulut Nurita (43 tahun) ketika menceritakan hidupnya yang mengalami lumpuh selama 14 tahun. Awalnya, kata Nurita saat itu sedang panen di empang. Secara tiba-tiba lutut kanannya terasa nyeri seperti sehabis dipukul dengan benda keras. Membuat tidak bisa bergerak sama sekali. Bisa pulang ke rumah dipapah oleh teman dan kerabatnya yang kebetulan ikut panen. "Saya masih ingat kejadian itu pad 27 Januari 1997," kata putra pertama dari 5 bersaudara dari pasangan Bapak Rasma (64) dan Ibu Darni (50) kepada penulis, Rabu malam (6/7/2011). Ayah Nurita yang saat itu baru pulang dari masjid usai sholat isya menyampaikan dirinya pasrah atas nasib anaknya. Berbagai metode pengobatan dari medis sampai pengobatan alternatif telah dijalani hingga tahun 2000-an. Namun belum membuahkan hasil. Bahkan pernah berobat ke dokter spesialis syaraf. "Tapi cuma sekali. Soalnya tidak ada biaya,"  
Keluarganya pasrah hingga kini keseharian Nurita diisi dengan beribadah di masjid atau rumahnya di Kampung Krajan RT. 02/08 Desa Anggasari Sukasari Subang. "Itulah kegiatannya. Habis mau apalagi? Tapi saya salut. Dia itu orangnya optimis," ujar Darwin, salah seorang rekan Nurita. Dulu sebelum lumpuh, kata Darwin, Nurita rajin ikut mengasah keterampilan menjahit di tempat kerjanya. "Potensinya cukup bagus. Mudah-mudahan ada keajaiban bisa menyembuhkannya," ujar Darwin penuh harap. Ketika ditanyakan apakah pernah mengajukan bantuan kepada pemerintah? Kata Rasma keluarganya tidak tahu cara mengajukannya. "Saya tidak tahu bagaimana caranya. Namun bila pemerintah mau membantu saya sangat berterima kasih," kata warga RT. 08/02 Kampung Krajan Desa Anggasari Sukasari Subang  Jawa Barat ini. Itu sangat diharapkan sehubungan selama 3 tahun telah habis-habisan. Bahkan empang yang sebelumnya menjadi gantungan hidup keluarga, kini telah habis tergerus abrasi laut.
Sementara itu, Nurita mengatakan jika dirinya berhasil sembuh akan syukuran dan kembali mengasah keterampilan menjahitnya. "Saya kalau sembuh mau syukuran saja dan kembali mejahit," katanya dengan sumringah. ( Humas Subang )